Pages

Diberdayakan oleh Blogger.

Popular Posts

About Me

Foto Saya
Devi puspasari
sometimes love makes us happy but sometimes love makes us sick that is LOVE <3
Lihat profil lengkapku

Blog Archive

About Me

Foto Saya
Devi puspasari
sometimes love makes us happy but sometimes love makes us sick that is LOVE <3
Lihat profil lengkapku

Selasa, 02 April 2013

Kurangi tingkat jam tidur Anda

Bangun tidur, tidur lagi...
Bangun tidur, tidur lagi...
Bangunnnnn... tidur lagi...
Itu sepenggalan lyrik lagu Mbah Hurip (alm) yang berjudul Tidur lagi...

Tidur adalah kebutuhan dasar manusia dan berperan vital bagi kesehatan. Namun bila tidur sudah menjadi sesuatu yang dominan dalam aktivitas sehari-hari tentu harus diwaspadai. Tidur terlalu lama bisa jadi pertanda hadirnya gangguan sejumlah penyakit baik fisik maupun mental. Para peneliti menemukan bahwa salah satu penyebab pikun, terutama di masa tua ternyata karena kebanyakan tidur.

Hal lain yang dapat dilakukan bila Anda merasa oversleeping adalah melatih kebiasaan tidur yang sehat antara 7-8 jam setiap malam. Peneliti menemukan mereka yang tidur sebanyak 8 atau 9 jam setiap malamnya memiliki penyakit pikun yang lebih tinggi dua kali lipat dibanding mereka yang hanya tidur 6 jam semalamnya.

"Penelitian selama 3 tahun ini menunjukkan bahwa seseorang yang tidur lebih lama daripada jam normalnya dan memiliki perasaan mengantuk di siang hari adalah tanda-tanda seseorang mengalami pikun. Namun hal ini harus diteliti lagi karena hanya sepertiga responden saja yang mengalaminya" ujar Dr Susanne Sorenson, pimpinan Alzheimer's Society, seperti dilansir Telegraph, Kamis (13/8/2009).

Para ahli merekomendasikan untuk selalu menjaga dan mempertahankan jadwal waktu tidur dan bangun pagi setiap hari . Hidari pula penggunaan kafein dan alkohol sebelum waktu tidur. Berolahragalah secara teratur dan membuat tempat tidur selalu nyaman yang membuat tidur menjadi kondusif sehingga membantu Anda memenuhi kebutuhan tidur setiap hari.


Hypersomnia. Kenapa sebagian orang tidur lebih banyak?

Banyak faktor yang menjadikan seseorang tidur lebih banyak, seperti alkohol dan obat-obatan. Berbagai kondisi kesehatan seperti stress dan depresi juga bisa menyebabkan waktu tidur menjadi lebih panjang.
Jika Anda mengalami hypersomnia karena alkohol atau obat-obatan, eliminasi zat-zat tersebut cukup membantu mengurangi hypersomnia. Tidur antara 7-9 jam per hari dengan jadwal yang tepat waktu tidur dan waktu bangun yang sama dari hari ke hari merupakan sesuatu yang esensial dalam mempertahankan kondisi tubuh agar selalu sehat dan siap beraktivitas secara maksimal di tempat kerja, ranjang dan meraih cita-cita.



Kondisi medis berkaitan dengan oversleeping:

Diabetes
Riset di AS melibatkan ribuan partisipan menunjukkan adanya hubungan antara tidur dan risiko diabetes. Orang yang tidur lebih dari 9 jam setiap malam berisiko 50 persen lebih besar mengidap diabetes ketimbang mereka yang tidur 7 jam setiap malam. Peningkatan risiko ini juga tampak pada mereka yang tidur kurang dari 5 jam. Peneliti mengindikasikan oversleeping dapat menjadi kondisi yang meningkatkan risiko diabetes.

Obesitas
Tidur terlalu lama juga dapat membuat berat badan Anda berlebihan. Sebuah riset menunjukan mereka yang tidur selama 9-10 jam setiap malam 21 persen berisiko lebih besar mengalami obesitas dalam kurun waktu enam tahun ketimbang mereka yang tidur selama 7-8 jam.

Sakit kepala atau biasanya kita sering mengalami migran
Untuk mereka yang rentan sekit kepala, tidur lebih lama dari biasanya pada saat weekend atau liburan dapat menimbulkan rasa sakit pada kepala. Para ahli percaya bahwa oversleeping berpengaruh pada neurotransmitter tertentu dalam otak, termasuk serotonin. Orang yang tidur lama di siang hari dan mengacaukan pola tidur malamnya juga terbukti sering mengalami sakit kepala pada pagi hari.

Sakit punggung
Ada kalanya dokter menyarankan Anda untuk lebih rebahan di tempat tidur bila ada keluhan sakit punggung . Anda juga perlu membatasi program latihan ketika mengalami sakit punggung sehingga saran ini tentu membuat waktu tidur menjadi bertambah. Namun para dokter sekarang telah menyadari pentingnya mempertahankan level aktivitas bagi kesehatan. Mereka bahkan merekomendasi untuk menghindari tidur lebih lama dari biasanya jika memungkinkan.

Depresi
Meskipun insomnia lebih sering dikaitkan dengan depresi ketimbang oversleeping, sekitar 15 persen penderita depresi mengalami tidur yang berlebihan. Inilah yang diduga membuat depresi semakin buruk karena kebiasan tidur yang teratur sangat penting dalam proses pemulihan.

Penyakit jantung
Riset Nurses’ Health yang melibatkan 72.000 wanita menunjukkan wanita yang tidur 9-11 jam setiap malam 38 persen berisiko lebih besar mengalami penyakit jantung koroner ketimbang mereka yang tidur delapan jam. Penelitian ini tidak mengungkap alasan akan hubungan antara oversleeping dengan sakit jantung.

Kematian
Banyak riset mengungkapkan bahwa mereka yang tidur 9 jam atau lebih di malam hari secara signifikan memiliki rata-rata kematian lebih tinggi ketimbang mereka yang tidur selama tujuh hingga delapan jam. Tidak ada alasan spesifik dari hubungan ini, namun peneliti menemukan bahwa depresi dan rendahnya status sosialekonomi berkaitan dengan tidur yang lebih lama. Mereka berspekulasi faktor-faktor ini berkaitan dengan peningkatan angka mortalitas pada orang yang tidur terlalu lama.
separador

0 komentar:

Poskan Komentar

My Blog List

hihihhi :p

hihihhi :p

tau' ahhh....

tau' ahhh....

deppi,dewi ^_^

deppi,dewi ^_^

deppi,thiila,hanni

deppi,thiila,hanni

deppi,thilla,septi

deppi,thilla,septi

sama-sama

sama-sama

deppi

deppi

Selasa, 02 April 2013

Kurangi tingkat jam tidur Anda

Diposkan oleh Devi puspasari di 03.39
Bangun tidur, tidur lagi...
Bangun tidur, tidur lagi...
Bangunnnnn... tidur lagi...
Itu sepenggalan lyrik lagu Mbah Hurip (alm) yang berjudul Tidur lagi...

Tidur adalah kebutuhan dasar manusia dan berperan vital bagi kesehatan. Namun bila tidur sudah menjadi sesuatu yang dominan dalam aktivitas sehari-hari tentu harus diwaspadai. Tidur terlalu lama bisa jadi pertanda hadirnya gangguan sejumlah penyakit baik fisik maupun mental. Para peneliti menemukan bahwa salah satu penyebab pikun, terutama di masa tua ternyata karena kebanyakan tidur.

Hal lain yang dapat dilakukan bila Anda merasa oversleeping adalah melatih kebiasaan tidur yang sehat antara 7-8 jam setiap malam. Peneliti menemukan mereka yang tidur sebanyak 8 atau 9 jam setiap malamnya memiliki penyakit pikun yang lebih tinggi dua kali lipat dibanding mereka yang hanya tidur 6 jam semalamnya.

"Penelitian selama 3 tahun ini menunjukkan bahwa seseorang yang tidur lebih lama daripada jam normalnya dan memiliki perasaan mengantuk di siang hari adalah tanda-tanda seseorang mengalami pikun. Namun hal ini harus diteliti lagi karena hanya sepertiga responden saja yang mengalaminya" ujar Dr Susanne Sorenson, pimpinan Alzheimer's Society, seperti dilansir Telegraph, Kamis (13/8/2009).

Para ahli merekomendasikan untuk selalu menjaga dan mempertahankan jadwal waktu tidur dan bangun pagi setiap hari . Hidari pula penggunaan kafein dan alkohol sebelum waktu tidur. Berolahragalah secara teratur dan membuat tempat tidur selalu nyaman yang membuat tidur menjadi kondusif sehingga membantu Anda memenuhi kebutuhan tidur setiap hari.


Hypersomnia. Kenapa sebagian orang tidur lebih banyak?

Banyak faktor yang menjadikan seseorang tidur lebih banyak, seperti alkohol dan obat-obatan. Berbagai kondisi kesehatan seperti stress dan depresi juga bisa menyebabkan waktu tidur menjadi lebih panjang.
Jika Anda mengalami hypersomnia karena alkohol atau obat-obatan, eliminasi zat-zat tersebut cukup membantu mengurangi hypersomnia. Tidur antara 7-9 jam per hari dengan jadwal yang tepat waktu tidur dan waktu bangun yang sama dari hari ke hari merupakan sesuatu yang esensial dalam mempertahankan kondisi tubuh agar selalu sehat dan siap beraktivitas secara maksimal di tempat kerja, ranjang dan meraih cita-cita.



Kondisi medis berkaitan dengan oversleeping:

Diabetes
Riset di AS melibatkan ribuan partisipan menunjukkan adanya hubungan antara tidur dan risiko diabetes. Orang yang tidur lebih dari 9 jam setiap malam berisiko 50 persen lebih besar mengidap diabetes ketimbang mereka yang tidur 7 jam setiap malam. Peningkatan risiko ini juga tampak pada mereka yang tidur kurang dari 5 jam. Peneliti mengindikasikan oversleeping dapat menjadi kondisi yang meningkatkan risiko diabetes.

Obesitas
Tidur terlalu lama juga dapat membuat berat badan Anda berlebihan. Sebuah riset menunjukan mereka yang tidur selama 9-10 jam setiap malam 21 persen berisiko lebih besar mengalami obesitas dalam kurun waktu enam tahun ketimbang mereka yang tidur selama 7-8 jam.

Sakit kepala atau biasanya kita sering mengalami migran
Untuk mereka yang rentan sekit kepala, tidur lebih lama dari biasanya pada saat weekend atau liburan dapat menimbulkan rasa sakit pada kepala. Para ahli percaya bahwa oversleeping berpengaruh pada neurotransmitter tertentu dalam otak, termasuk serotonin. Orang yang tidur lama di siang hari dan mengacaukan pola tidur malamnya juga terbukti sering mengalami sakit kepala pada pagi hari.

Sakit punggung
Ada kalanya dokter menyarankan Anda untuk lebih rebahan di tempat tidur bila ada keluhan sakit punggung . Anda juga perlu membatasi program latihan ketika mengalami sakit punggung sehingga saran ini tentu membuat waktu tidur menjadi bertambah. Namun para dokter sekarang telah menyadari pentingnya mempertahankan level aktivitas bagi kesehatan. Mereka bahkan merekomendasi untuk menghindari tidur lebih lama dari biasanya jika memungkinkan.

Depresi
Meskipun insomnia lebih sering dikaitkan dengan depresi ketimbang oversleeping, sekitar 15 persen penderita depresi mengalami tidur yang berlebihan. Inilah yang diduga membuat depresi semakin buruk karena kebiasan tidur yang teratur sangat penting dalam proses pemulihan.

Penyakit jantung
Riset Nurses’ Health yang melibatkan 72.000 wanita menunjukkan wanita yang tidur 9-11 jam setiap malam 38 persen berisiko lebih besar mengalami penyakit jantung koroner ketimbang mereka yang tidur delapan jam. Penelitian ini tidak mengungkap alasan akan hubungan antara oversleeping dengan sakit jantung.

Kematian
Banyak riset mengungkapkan bahwa mereka yang tidur 9 jam atau lebih di malam hari secara signifikan memiliki rata-rata kematian lebih tinggi ketimbang mereka yang tidur selama tujuh hingga delapan jam. Tidak ada alasan spesifik dari hubungan ini, namun peneliti menemukan bahwa depresi dan rendahnya status sosialekonomi berkaitan dengan tidur yang lebih lama. Mereka berspekulasi faktor-faktor ini berkaitan dengan peningkatan angka mortalitas pada orang yang tidur terlalu lama.

0 komentar on "Kurangi tingkat jam tidur Anda"

Poskan Komentar

Selasa, 02 April 2013

Kurangi tingkat jam tidur Anda


Bangun tidur, tidur lagi...
Bangun tidur, tidur lagi...
Bangunnnnn... tidur lagi...
Itu sepenggalan lyrik lagu Mbah Hurip (alm) yang berjudul Tidur lagi...

Tidur adalah kebutuhan dasar manusia dan berperan vital bagi kesehatan. Namun bila tidur sudah menjadi sesuatu yang dominan dalam aktivitas sehari-hari tentu harus diwaspadai. Tidur terlalu lama bisa jadi pertanda hadirnya gangguan sejumlah penyakit baik fisik maupun mental. Para peneliti menemukan bahwa salah satu penyebab pikun, terutama di masa tua ternyata karena kebanyakan tidur.

Hal lain yang dapat dilakukan bila Anda merasa oversleeping adalah melatih kebiasaan tidur yang sehat antara 7-8 jam setiap malam. Peneliti menemukan mereka yang tidur sebanyak 8 atau 9 jam setiap malamnya memiliki penyakit pikun yang lebih tinggi dua kali lipat dibanding mereka yang hanya tidur 6 jam semalamnya.

"Penelitian selama 3 tahun ini menunjukkan bahwa seseorang yang tidur lebih lama daripada jam normalnya dan memiliki perasaan mengantuk di siang hari adalah tanda-tanda seseorang mengalami pikun. Namun hal ini harus diteliti lagi karena hanya sepertiga responden saja yang mengalaminya" ujar Dr Susanne Sorenson, pimpinan Alzheimer's Society, seperti dilansir Telegraph, Kamis (13/8/2009).

Para ahli merekomendasikan untuk selalu menjaga dan mempertahankan jadwal waktu tidur dan bangun pagi setiap hari . Hidari pula penggunaan kafein dan alkohol sebelum waktu tidur. Berolahragalah secara teratur dan membuat tempat tidur selalu nyaman yang membuat tidur menjadi kondusif sehingga membantu Anda memenuhi kebutuhan tidur setiap hari.


Hypersomnia. Kenapa sebagian orang tidur lebih banyak?

Banyak faktor yang menjadikan seseorang tidur lebih banyak, seperti alkohol dan obat-obatan. Berbagai kondisi kesehatan seperti stress dan depresi juga bisa menyebabkan waktu tidur menjadi lebih panjang.
Jika Anda mengalami hypersomnia karena alkohol atau obat-obatan, eliminasi zat-zat tersebut cukup membantu mengurangi hypersomnia. Tidur antara 7-9 jam per hari dengan jadwal yang tepat waktu tidur dan waktu bangun yang sama dari hari ke hari merupakan sesuatu yang esensial dalam mempertahankan kondisi tubuh agar selalu sehat dan siap beraktivitas secara maksimal di tempat kerja, ranjang dan meraih cita-cita.



Kondisi medis berkaitan dengan oversleeping:

Diabetes
Riset di AS melibatkan ribuan partisipan menunjukkan adanya hubungan antara tidur dan risiko diabetes. Orang yang tidur lebih dari 9 jam setiap malam berisiko 50 persen lebih besar mengidap diabetes ketimbang mereka yang tidur 7 jam setiap malam. Peningkatan risiko ini juga tampak pada mereka yang tidur kurang dari 5 jam. Peneliti mengindikasikan oversleeping dapat menjadi kondisi yang meningkatkan risiko diabetes.

Obesitas
Tidur terlalu lama juga dapat membuat berat badan Anda berlebihan. Sebuah riset menunjukan mereka yang tidur selama 9-10 jam setiap malam 21 persen berisiko lebih besar mengalami obesitas dalam kurun waktu enam tahun ketimbang mereka yang tidur selama 7-8 jam.

Sakit kepala atau biasanya kita sering mengalami migran
Untuk mereka yang rentan sekit kepala, tidur lebih lama dari biasanya pada saat weekend atau liburan dapat menimbulkan rasa sakit pada kepala. Para ahli percaya bahwa oversleeping berpengaruh pada neurotransmitter tertentu dalam otak, termasuk serotonin. Orang yang tidur lama di siang hari dan mengacaukan pola tidur malamnya juga terbukti sering mengalami sakit kepala pada pagi hari.

Sakit punggung
Ada kalanya dokter menyarankan Anda untuk lebih rebahan di tempat tidur bila ada keluhan sakit punggung . Anda juga perlu membatasi program latihan ketika mengalami sakit punggung sehingga saran ini tentu membuat waktu tidur menjadi bertambah. Namun para dokter sekarang telah menyadari pentingnya mempertahankan level aktivitas bagi kesehatan. Mereka bahkan merekomendasi untuk menghindari tidur lebih lama dari biasanya jika memungkinkan.

Depresi
Meskipun insomnia lebih sering dikaitkan dengan depresi ketimbang oversleeping, sekitar 15 persen penderita depresi mengalami tidur yang berlebihan. Inilah yang diduga membuat depresi semakin buruk karena kebiasan tidur yang teratur sangat penting dalam proses pemulihan.

Penyakit jantung
Riset Nurses’ Health yang melibatkan 72.000 wanita menunjukkan wanita yang tidur 9-11 jam setiap malam 38 persen berisiko lebih besar mengalami penyakit jantung koroner ketimbang mereka yang tidur delapan jam. Penelitian ini tidak mengungkap alasan akan hubungan antara oversleeping dengan sakit jantung.

Kematian
Banyak riset mengungkapkan bahwa mereka yang tidur 9 jam atau lebih di malam hari secara signifikan memiliki rata-rata kematian lebih tinggi ketimbang mereka yang tidur selama tujuh hingga delapan jam. Tidak ada alasan spesifik dari hubungan ini, namun peneliti menemukan bahwa depresi dan rendahnya status sosialekonomi berkaitan dengan tidur yang lebih lama. Mereka berspekulasi faktor-faktor ini berkaitan dengan peningkatan angka mortalitas pada orang yang tidur terlalu lama.

0 komentar on "Kurangi tingkat jam tidur Anda"

Poskan Komentar

Blog Archive

Followers